Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Teknik AIDA
4 Cara Kerja Cerdas Bisnis Manja Queen

Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Teknik AIDA

Bisnis HAII Manja Queen – Memulai Bisnis Manja Queen ataupun Bisnis lain dengan sistem funneling dan teknik AIDA akan kita ulas tuntas dalam artikel ini.

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Teknik AIDA

Sebelum kita membahas secara detail cara memulai bisnis HAII Manja Queen dengan Sistem Funneling dan Teknik AIDA, mari kita pahami dulu Apa itu Sales Funnel dan Apa itu Teknik AIDA.

Menerapkan Sales Funnel Agar Bisnis Online Sukses

Memulai Bisnis HAII Manja Queen dengan Sistem Funneling dan Teknik Aida
Memulai Bisnis HAII Manja Queen dengan Sistem Funneling dan Teknik Aida

Dikutip dari Dewaweb.com. Jika Anda bergerak di bidang bisnis online atau memiliki usaha di website Anda, ada baiknya mempelajari teori sales funnel ini dan mempraktikkannya agar penjualan Anda meningkat.

Buat Website Bisnis HAII Manja Queen dengan Hosting Terbaik dan Termurah di Indonesia
Hosting Terbaik dan Termurah di Indonesia

Apa itu Sales Funnel?

Sales Funnel adalah cara mudah untuk memvisualisasikan perjalanan pelanggan atau yang biasa disebut customer journey, melalui proses penjualan Anda. 

Proses perjalanan pelanggan ini biasa terjadi karena mereka menyadari kalau mereka butuh produk Anda dan akhirnya melakukan pembelian.

Perjalanan inilah yang disebut Sales Funnel. Sales Funnel ini bisa menggambarkan bagaimana setiap penjualan dimulai dengan adanya banyak calon pelanggan, kemudian berakhir dengan lebih sedikit orang yang melakukan pembelian.

Baca Juga Artikel Berikut – Bisnis HAII Manja Queen

Kelas Online Life Transformation Dasar – Rahasia Magnet Uang

Cara Menjalankan Bisnis HAII Manja Queen Tanpa Keluar Rumah

Sistem Bisnis Manja Queen – Inovasi Pakar Network Marketing

Peluang Bisnis Online Terbaru Modal Kecil Yang Menjanjikan

Pada praktiknya, inti dari proses ini adalah perjalanan mulai dari bagaimana Anda mengundang branded traffic atau pengunjung.

Lalu mendapatkan kontak mereka, mengubah kontak itu menjadi prospek bisnis Anda, hingga akhirnya meyakinkan mereka untuk “Close the Deal” atau bertransaksi.

Secara teori, Sales Funnel merupakan kunci dalam mengukur, mengelola, meramalkan dan juga termasuk memperbaiki proses penjualan Anda sehingga pada akhirnya Anda dapat menutup lebih banyak transaksi dengan customer.

Nilai Sales Funnel yang dibangun dengan baik adalah yang memiliki kemampuan untuk:

  • Menentukan tahapan proses sales funnel yang jelas dan konsisten, yang juga mencerminkan perjalanan pelanggan Anda dan bisa mendukung para pelanggan itu di setiap tahapannya.
  • Melakukan komunikasi yang jelas di seluruh departemen penjualan, pemasaran dan manajemen lainnya menuju satu visi penjualan bersama. Sebagian besar tim Sales Funnel memiliki panggilan harian atau mingguan untuk meninjau seberapa pesat atau besar kemajuan mereka.
  • Meramalkan pendapatan penjualan yang akan datang dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang dilakukan tanpa tahapan Sales Funnel yang lebih jelas.

Mengapa Harus Menerapkan Sales Funnel? – Bisnis HAII Manja Queen

Menurut penelitian David Kirkpatrick yang dipublikasikan di Marketing Sherpa , terkait Sales Funnel, Hanya 50 % dari lead marketing yang sudah siap untuk langsung membeli.

Sedangkan banyak customer lainnya harus dijaga dan didukung terlebih dahulu untuk membantu mereka membuat keputusan membeli atau bertransaksi.

Mendapatkan hasil yang bagus dari setiap customer potensial juga menjadi hal yang sulit. Mengapa

Karena 79 % dari lead marketing tersebut dinyatakan gagal dalam pada saat hendak menuju tindakan transaksi atau pembelian.

Hal ini berarti ada banyak peluang yang hilang karena calon pelanggan potensial sebenarnya membutuhkan lebih banyak dukungan.

Untuk mendukung customer Anda melalui proses penjualan, penting bagi Anda untuk tetap memperhatikan Sales Funnel dengan lebih teliti.

Walaupun mungkin ada banyak perawatan dan perhatian yang Anda berikan untuk meningkatkan Funnel itu sendiri, ada saja “kebocoran” pada Funnel yang bisa terjadi.

Kebocoran itulah yang menyebabkan lead customer yang berkualitas tadi bisa pergi begitu saja tanpa melakukan pembelian atau transaksi.

Orang pada umumnya yang baru saja menemukan brand Anda untuk pertama kalinya, tentu tidak akan langsung melakukan pembelian karena mereka merasa belum siap.

Terkait hal itu, yang dapat Anda lakukan adalah menjalin komunikasi dengan para calon pelanggan tersebut dan mengajak mereka untuk lebih mengenal perusahaan Anda serta mengetahui apa produk Anda dan bagaimana kelebihan serta keuntungannya bagi mereka.

Walaupun tergolong lama prosesnya, mereka dapat berminat pada layanan Anda terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian produk.

Dengan mengidentifikasi dan memperbaiki area terlemah yang ada pada Sales Funnel Anda.

Anda bisa memastikan bahwa lead customer Anda bisa mencapai presentase yang tinggi.

Lead customer yang dimaksud adalah yang bersedia melakukan pembelian dan menjadi repeat customer atau pelanggan setia.

Memahami Perjalanan Customer Anda

Langkah awal untuk membangun Sales Funnel Anda adalah memahami proses pengambilan keputusan customer Anda , yang sering disebut sebagai “customer journey”.

Untuk melakukan ini, Anda harus menempatkan diri Anda pada posisi atau keadaan pelanggan saat pertama kali menyadari adanya masalah yang perlu dipecahkan.

Berikutnya, pertimbangkan setiap tahap perjalanan yang mereka lalui untuk mengambil keputusan tersebut.

Hal ini akan membantu Anda memastikan tim penjualan Anda merespons pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar bagi setiap kebutuhan informasi pelanggan Anda.

Sales Funnel terdiri dari tahap-tahap yang dimaksudkan untuk mencerminkan bagaimana langkah-langkah pengambilan keputusan utama dalam perjalanan pelanggan untuk melakukan pembelian atau bertransaksi.

Jumlah tahapan dapat bervariasi sesuai dengan jenis bisnis yang Anda jalankan. Usaha kecil umumnya menentukan sebanyak 3, 5 atau 7 tahap dalam Sales Funnel mereka.

Berikut, kami menjelaskan dengan mendetail masing-masing tahapan dalam 5 tahap klasik:

5 Tahap Klasik Perjalanan Customer Untuk Melakukan Pembelian di Bisnis Manja Queen
5 Tahap Klasik Perjalanan Customer Sampai Melakukan Pembelian

1. Kesadaran (Awareness)

Pada tahap ini, pelanggan Anda telah menyadari masalah yang harus mereka selesaikan. Contoh sederhananya, ada orang yang gangguan pada kewanitaannya atau perut buncit.

Misalnya sudah lama tidak pernah haid atau sudah lama memiliki bentuk tubuh yang tidak ideal dan sudah mencoba berbagai macam obat namun belum ada perubahan.

Kemudian orang tersebut melihat iklan Anda yang menyediakan obat herbal yang mampu mengatasi berbagai masalah kewanitaan dan obat untuk membentuk tubuh ideal.

Iklan adalah salah satu metode yang mungkin Anda gunakan untuk membuat mereka sadar akan produk Anda. Tahap ini bervolume besar bagi prospek pelanggan Anda.

2. Penelusuran (Discovery)

Pada tahap kedua ini, pelanggan Anda menyadari inilah saatnya menemukan solusi untuk masalah mereka dan mereka mulai mencari informasi lebih lanjut tentang produk Anda.

Sebagai contoh, saya telah menemukan tiga solusi, yang pertama adalah menonton testimoni manja queen dan tea tox di YouTube.

Yang kedua adalah mencari distributor resmi manja queen dan yang ketiga adalah menemukan tawaran iklan untuk menjalankan bisnis manja queen.

Website promosi adalah salah satu cara untuk memungkinkan pelanggan menjelajahi layanan Anda lebih jauh dan mendapatkan prospek yang berkualitas.

Pada tahap ini, ada sedikit prospek pelanggan, karena beberapa orang belum berkembang dari menyadari masalah mereka untuk mengeksplorasi produk Anda sebagai solusi yang potensial.

Jadi, orang tersebut mungkin saja membuka website Anda untuk mengetahui lebih lanjut dan menimbang apakah ia akan ikut menjalankan bisnis HAII manja Queen yang Anda tawarkan.

Buatlah website Anda semenarik dan seinformatif mungkin.

Bisnis HAII Manja Queen

3. Evaluasi (Evaluation)

Pada tahap evaluasi, pelanggan mempersempit jangkauan solusi potensial untuk masalah mereka. Pelanggan mungkin membuang pilihan berdasarkan berbagai pertimbangan termasuk harga, gaya dan kualitas.

Mereka mungkin melakukan ini dengan meminta informasi lebih lanjut melalui website Anda atau dengan menghubungi staf penjualan Anda.

Jadi, pada tahap ini, jumlah prospek pelanggan Anda menurun lebih jauh, namun peluang untuk menutup penjualan meningkat lebih jauh.

4. Peminatan (Intent)

Dalam tahap ini, prospek pelanggan Anda mungkin akan secara serius mempertimbangkan produk Anda, dan sekarang menghubungi untuk mengajukan pertanyaan lebih terperinci.

Apa yang telah berubah akhir-akhir ini adalah semakin banyak pelanggan yang sekarang menyelesaikan tahap ini secara online.

Akibatnya, pelanggan tidak merasa perlu untuk berbicara dengan pihak sales kecuali mereka tidak dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan secara online, baik dari ulasan atau website.

Pada tahap ini, jumlah prospek pelanggan Anda menurun lebih jauh, namun peluang untuk menutup penjualan meningkat lebih jauh.

5. Pembelian (Purchase)

Pada tahap terakhir ini, pelanggan telah memutuskan produk mana yang akan dibeli secara online.

Atau mereka berkomunikasi dengan tim sales Anda untuk kemudian menyelesaikan pembelian atau bertransaksi.

Mereka mungkin juga mencoba menegosiasikan harga atau memanfaatkan penawaran promosi yang Anda sediakan.

Sebagai contoh, orang tersebut telah memutuskan untuk menggunakan produk manja queen herbal Anda.

Tapi orang itu ingin mendapatkan promo yang Anda iklankan, misalnya “free ongkir pembelian 7 Box Manja Queen”.

Pada tahap ini, Anda memiliki jumlah pelanggan potensial terkecil yang tersisa, namun sudah hampir pasti menutup penjualan.

Memetakan Proses Sales Sesuai Tahapan Perjalanan Customer

Setelah Anda melihat proses perjalanan pelanggan Anda, mari lihat bagaimana Anda dapat menyiapkan proses penjualan untuk mengarahkan lebih banyak pelanggan yang menyelesaikan pembelian atau bertransaksi.

Setiap tahap proses penjualan perlu mencerminkan perjalanan pelanggan. Mengapa?

Karena proses penjualan Anda tidak akan berjalan dengan baik jika Anda tidak mengenali dan merespon setiap kebutuhan pelanggan Anda.

Prospek (Prospect)

Pelanggan masa depan Anda menyadari merek Anda, tapi mereka tidak terlalu tahu tentang Anda pada tahap ini.

Mengkomunikasikan manfaat merek Anda atas solusi lain adalah jenis dukungan yang akan berarti bagi pelanggan pada tahap ini.

Sales dapat mengkomunikasikan prospek ini melalui panggilan langsung atau networking di acara-acara sosial.

Pemasaran mungkin terjadi dengan menjangkau pelanggan lewat kampanye pemasaran online.

Kualifikasi (Qualification)

Pada tahap ini, Anda telah menunjuk pelanggan yang benar-benar memiliki minat pada produk Anda dan kemampuan untuk membayarnya.

Pelanggan kemungkinan akan menyelesaikan sendiri proses kualifikasi secara online, atau telah berbicara dengan seseorang di tim sales Anda yang telah memenuhi syarat.

Anda sekarang harus memiliki informasi dasar yang tersimpan dalam CRM Anda, termasuk nama, jabatan, nomor telepon, alamat email, minat, otoritas anggaran dan skala waktu untuk membeli.

Demonstrasi (Demonstration)

Pada tahap ini, pelanggan mengeksplorasi solusi Anda (dan satu atau dua solusi kompetitif) secara lebih mendalam.

Ini mungkin karena Anda telah memberikan calon pelanggan informasi lengkap, proposal tertulis, atau demo.

Negosiasi (Negotiation)

Pada tahap ini, pelanggan telah memutuskan bahwa Anda mungkin bisa memberikan solusi terbaik untuk masalah mereka.

Jadi mereka mungkin akan mengajukan pertanyaan soal harga. Hal ini mungkin akan menghasilkan diskusi dengan tim sales Anda untuk menegosiasikan harga dan persyaratan penjualan lainnya.

Penutupan Menang/Kalah (Closed Won/Lost)

Pada tahap ini, kesepakatan telah dimenangkan dan transaksi berlangsung.

Tujuan hubungan dengan pelanggan sekarang berubah dari bagaimana untuk mendapatkan pelanggan baru menjadi bagaimana mempertahankan pelanggan yang telah Anda menangkan kemudian bagaimana memenangkan rujukan pelanggan baru lebih lanjut.

Memanfaatkan Online Tool

Sebenarnya ada cara memantau bagaimana pengguna berinteraksi dengan website Anda saat mereka ada di tahap mula-mula funnel.

Terdapat online tools yang bisa digunakan untuk melacak perjalanan web visitor Anda. Dari awal mereka masuk ke website-nya sampai ke titik akhir.

Dimana mereka memilih untuk mengkontak pihak sales perusahaan Anda atau menyerahkan data mereka sendiri lewat website (secara online).

Tool analisis yang paling populer adalah Google Analytics . Dengan mengatur analisis goal di Google Analytics, Anda bisa melihat seberapa banyak pengguna yang sudah mengunjungi website Anda.

Tool ini memungkinkan Anda untuk membuat “Funnel Visualization Report” yang bisa memperlihatkan secara jelas seberapa banyak pengguna yang klik setiap page di website Anda.

Google Analytic juga mampu menunjukkan page mana yang perlu Anda perbaiki. Bila ada tanda merah muncul di page tertentu.

Anda tinggal klik untuk lihat rinciannya. Bisa jadi konten di page Anda sangat tipis atau pendek sehingga tingkat bounce rate tinggi atau desain chart pembelian Anda terlalu ribet bagi user/visitor.

Untuk mendapat panduan membuat konten yang bagus secara SEO, Anda dapat membaca artikel kami sebelumnya soal strategi content marketing .

Tool seperti itu merupakan tempat memulai yang sempurna untuk mencoba menganalisis masalah yang ada pada website Anda.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan management tool yang bisa mempermudah Anda dalam melakukan tugas-tugas Anda dan berkolaborasi dengan seluruh tim atau departemen yang ikut mengurus bisnis Anda.

Memperbaiki Website Beserta Kontennya

Setelah Anda mengetahui bagian mana dari website Anda yang punya titik lemah, inilah saatnya untuk memperbaiki “kebocoran”yang ada demi meningkatkan konversi.

Berkat Google Analytics, Anda memang jadi bisa mengetahui page mana saja yang bermasalah, tetapi Anda tidak akan tahu persis apa sebenarnya penyebab masalahnya.

Dalam mencari tahu sumber masalah, Anda akan menghabiskan cukup waktu untuk menyederhanakan website sebelum menampilkannya demi menarik pengunjung.

Anda bisa melakukan dua cara yaitu menganalisa heat maps atau melakukan pengujian dengan A/B Testing.

Heat maps memberikan info mengenai ke mana saja customer mencari, serta konten apa saja yang menarik bagi mereka.

Dengan menggunakan heat maps, Anda bisa mencari ide-ide baru. Dari tulisan atau gambar yang banyak dilihat pengguna.

Seandainya apa yang mereka lihat bukan berupa konten yang bisa mendorong mereka ke Sales Funnel, ini saatnya bagi Anda untuk memperbaiki page tersebut.

Sama halnya dengan A/B testing. Konten seperti apa yang muncul, dimana posisinya pada page, dan bagaimana tampilannya merupakan langkah penting untuk memperbaiki “kebocoran” yang ada pada Sales Funnel Anda.

Menjalin Komunikasi dengan Kontak

Hal pertama yang harus diperhatikan soal menjalin komunikasi dengan kontak adalah Anda harus membuatnya jadi semudah mungkin bagi calon customer untuk menghubungi Anda.

Jika tidak, mereka mungkin saja akan merasa frustrasi, dan reputasi Anda bisa menurun.

Artinya, Anda harus menyediakan berbagai macam metode kontak yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing customer.

Bisa saja dengan menyediakan aplikasi bantuan di App Store. Sangat penting untuk memberikan bimbingan kepada customer sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menjalin komunikasi yang kuat antara Anda dan pelanggan Anda dapat menciptakan hubungan pembelian seumur hidup yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Jadi, coba pikirkan jangka panjangnya, bukan dalam waktu singkat demi penjualan yang banyak sekali waktu.

Memelihara setiap lead customer itu penting, karena sangat sedikit customer baru akan langsung siap untuk membeli dari perusahaan Anda.

Tekankan bagaimana manfaat dari produk atau solusi atas masalah mereka telah berhasil.

Cara terbaik dalam membangun relasi dengan pelanggan adalah dengan bersikap ramah, mendekati, dan menghormati mereka.

Anda dapat memberikan sedikit dorongan jika diperlukan namun tidak berlebihan sehingga membuat calon customer Anda kesal jadinya.

Terakhir, pada saat Anda sudah berhasil mendorong klien untuk bertransaksi, hendaknya Anda tetap menjaga hubungan baik.

Anda dapat dengan berkala menanyakan feedback mereka terhadap produk maupun layanan Anda.

Atau, Anda dapat juga menunjukkan perhatian kecil yang personal bagi mereka semacam memberi hadiah, promo, atau tawaran menarik lainnya pada saat hari ulang tahun mereka.

After sales service semacam itu bisa mengarahkan Anda untuk menciptakan repeat customer, yang jauh lebih berguna karena mereka secara konsisten mau datang kembali untuk membeli lebih banyak produk Anda.

Tak hanya itu, bahkan juga mempromosikan brand Anda kepada teman-teman atau relasi mereka yang lainnya.

Sales Funnel Konsep AIDA dalam Proses Penjualan Bisnis HAII Manja Queen

Bisnis HAII Manja Queen - Sales Funnel dengan Konsep AIDA
Sales Funnel dengan Konsep AIDA

Dikutip dari DistribusiPemasaran.com, Konsep AIDA adalah tahapan yang harus dikerjakan oleh penjual atau pemasar secara berurutan, yang dimulai dari :

  • Attention atau Awareness, tahap mengenalkan atau menciptakan perhatian
  • Interest, tahap untuk membuat konsumen tertarik
  • Desire atau Decision, tahap membuat konsumen punya keinginan kuat untuk membeli atau mengambil keputusan untuk membeli
  • Action, tahap terakhir dimana konsumen melakukan pembelian produk

Pada perkembangannya, konsep ini banyak mengalami perubahan dan penambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan bisnis masing-masing, namun secara umum tetap sama.

Ada 4 tahapan yang harus dilalui penjual / pemasar dalam menciptakan penjualan, yaitu :

  • Mencari Attention (Awareness) dari konsumen
  • Menciptakan Interest 
  • Membantu membuatDecision (Desire) 
  • Membuat konsumen take Action dengan Closing Penjualan 

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas sedikit tentang sales funnel, dengan pendekatan purchase funnel, yang mengulas tentang tahapan seorang konsumen dalam mengambil keputusan pembelian, yaitu :

  • Awareness, tahap konsumen mengenal produk
  • Opinion, tahap konsumen memiliki gambaran dan asosiasi yang berhubungan dengan produk
  • Consideration, tahap konsumen mempertimbangkan untuk membeli kategori produk tersebut
  • Preference, tahap konsumen harus mengambil keputusan untuk memilih salah satu produk
  • Purchase, tahap konsumen mengambil keputusan pembelian sebuah produk

Seperti dengan pembahasan sebelumnya, dalam sales funnel semua elemen atau tahapan akan dikelompokkan dalam tiga bagian utama, yaitu :

  • Top of Funnel (TOFU)
  • Middle of Funnel (MOFU)
  • Bottom of Funnel (BOFU)

Apa itu Sales Funnel..?

Pengertian sales funnel, lebih dititik beratkan pada proses seorang penjual (atau pemasar untuk arti yang mendekati sama) melakukan aktivitas penjualan.

Dimana untuk mendapatkan satu, dua atau tiga penjualan, harus melakukan prospecting ke sekian orang konsumen.

Itulah sebabnya, kita sering mengenal istilah 10 : 5 : 1, yang artinya adalah, saat melakukan canvasing ke sepuluh orang konsumen.

Kemungkinan hanya lima orang yang tertarik atau memberikan feedback, dan dari lima prospek ini, bisa jadi hanya satu yang membeli produk tersebut.

Rasio atau angka rata-rata konversi diatas bisa berbeda-beda untuk kategori produk yang berbeda, dan berbeda untuk team yang berbeda, serta bisa berbeda untuk metode yang berbeda.

Yang harus diperhatikan di dalam sales funnel ini adalah, bahwa ada kebocoran (sebagai istilah untuk mengatakan berkurangnya konsumen ketika melewati setiap funnel) iya, kita harus mengakui dan menyadari  hal tersebut.

Namun akan lebih baik jika kita bisa mengetahui, apakah kebocoran tadi terjadi karena memang calon konsumen tersebut bukan target pasar kita.

Ataukah ada kesalahan dalam sistem funnel kita yang mengakibatkan calon konsumen yang sebenarnya potensial hilang begitu saja.

Dengan kita mengetahui penyebabnya, maka kita bisa mencarikan cara untuk membuat solusinya agar kebocoran calon pembeli tersebut bisa diminimalisir.

Itulah sebabnya, kita harus memahami, apa saja saluran atau funnel yang harus dilalui calon pembeli ini, atau apa yang harus dilakukan penjual / pemasar pada setiap tahap funnel.

SALES FUNNEL #1 : AWARENESS / ATTENTION

Funnel pertama yang harus dikerjakan adalah menarik perhatian dan membuat konsumen mengenal produk yang kita tawarkan.

Gagal mendapatkan perhatian dari konsumen, berarti gagal untuk step selanjutnya, karena konsumen sudah tidak tertarik dengan produk kita, atau konsumen tidak mengenal produk kita.

Penjual / pemasar harus pandai-pandai menciptakan sesuatu yang kreatif yang bisa menarik perhatian konsumen, atau menggunakan situasi yang ada untuk menciptakan momentum yang pas.

Sebagai contoh, kita bisa menjual minuman herbal manja queen yang memiliki manfaat plus pada wanita secara langsung ke konsumen melalui door to door.

Baca Juga Artikel Berikut tentang Bisnis HAII Manja Queen

Sistem Bisnis Manja Queen – Inovasi Pakar Network Marketing

Peluang Bisnis Online Terbaru Modal Kecil Yang Menjanjikan

Apa yang harus kita lakukan agar pemilik rumah (ibu-ibu) bersedia meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan melihat demo atau presentasi kita.

Cara terbaik adalah, memberikan benefit kepada ibu pemilik rumah, untuk bersedia memberikan pendapatnya atas produk yang akan kita presentasikan, tanpa ada keharusan untuk membeli.

Benefit Tanpa Harus Membeli

Dan akan ada benefit lebih, misal gimmick, jika ibu pemilik rumah tadi bisa mengajak beberapa ibu-ibu di sekitarnya untuk ikut menyaksikan demo produk tersebut.

Atau jika pas ada acara dalam waktu yang dekat, misal arisan, pkk, pengajian, untuk bisa diijinkan demo, dan akan ada undian bagi beberapa orang yang hadir nanti.

Hadiah atau gimmick yang akan diberikan harus disebutkan, akan lebih baik jika ada brosur atau selebaran yang bisa memberikan informasi lebih detail dengan visualisasi yang menarik.

Hadiah atau gimmick harus ada satu yang sangat valuable dan beberapa sebagai hiburan, jadi akan sangat menarik, karena pasti ada salah satu yang akan mendapatkan hadiah tersebut.

Dengan cara demikian maka kita memiliki kesempatan untuk melakukan presentasi dan demo produk, ingat tahap pertama tujuannya hanyalah menarik perhatian konsumen untuk mengenalkan produk kita.

Apakah hanya seperti diatas caranya, tentu tidak, ada banyak cara untuk menarik perhatian konsumen, cara diatas banyak digunakan untuk direct selling.

Namun juga digunakan untuk jenis dan sistem penjualan yang lain, pada saat mengenalkan produk baru.

Bagi sales person untuk bidang distribusi, atau yang mengadakan penjualan ke trader / saluran distribusi, tahap awareness atau attention adalah bagaimana outlet bersedia meluangkan waktu untuk presentasi kita.

Salah satu caranya adalah mencari waktu luang mereka, atau jam yang paling tidak sibuk, biasanya diatas jam makan siang atau sore hari.

Karena apapun benefit yang kita berikan, jika jam sibuk pasti tidak akan mendapatkan perhatian pemilik toko.

Cara yang lain jika tidak ada kesamaan waktu antara waktu kita dengan waktu outlet, kita bisa memberikan sample produk.

Tentu ada banyak cara, dan untuk outlet registered akan berbeda dengan non RO, untuk existing produk juga akan berbeda dengan non existing atau produk baru.

SALES FUNNEL #2 : INTEREST – Bisnis HAII Manja Queen

Funnel kedua akan dikerjakan jika funnel pertama telah sukses dilaksanakan, dimana pada funnel kedua ini kita harus membuat konsumen tertarik dengan produk yang kita tawarkan.

Pada tahap kedua ini kita akan melakukan presentasi dan demo produk, tentu dengan menonjolkan berbagai kelebihan yang dimiliki produk kita.

Presentasi dan demo, haruslah memberikan benefit kepada konsumen, atau haruslah sebuah solusi atas problem mereka.

Contoh, untuk minuman herbal manja queen diatas, tentu produk yang kita jual ada nilai lebihnya, ada perbedaan atau keunggulan dengan produk lain yang ada di pasaran.

Perbedaan atau keunggulan inilah yang harus ditonjolkan dalam presentasi atau demo, yang disesuaikan dengan segmen yang sedang kita bidik.

Demikian juga dengan sales person yang bergerak di bidang distribusi, saat outlet telah memberi kita waktu untuk presentasi.

Kita harus menggunakannya dengan efektif, untuk menunjukan keunggulan kompetitif dari produk yang sedang kita tawarkan tersebut.

SALES FUNNEL #3 : DESIRE / DECISION – Bisnis HAII Manja Queen

Funnel ketiga, desire adalah tahap untuk membantu konsumen membuat keputusan, karena pada tahap ini konsumen sudah memiliki keinginan untuk membeli, hanya saja konsumen belum mengambil keputusan , kapan hendak membelinya.

Aktivitas yang harus dilakukan pada tahap ini adalah memberikan dorongan pada konsumen untuk mengambil keputusan dan menyakinkan konsumen bahwa keputusan yang dibuat benar dan tidak menimbulkan kerugian.

Keinginan konsumen yang sudah tinggi, ibarat api, dapat dipicu dan dikobarkan dengan beberapa cara, seperti :

  • Memberikan garansi atas kualitas produk.
  • Memberikan garansi uang kembali (money back guanrantee).
  • Menggunakan scarcity principle, dengan menunjukkan ke konsumen bahwa item yang diinginkan tidak akan tersedia untuk waktu yang lama.
  • Atau menunjukkan bahwa item tersebut banyak diminati, jadi akan segera habis, dan butuh waktu lama untuk mendatangkan yang baru lagi.
  • Memberikan hadiah, bonus atau diskon untuk pembelian saat ini juga, atau dalam waktu yang terbatas.

SALES FUNNEL #4 : ACTION – Bisnis HAII Manja Queen

Merupakan tahap akhir dari proses penjualan, karena pada tahap ini konsumen sudah siap membeli, dan mengambil keputusan untuk membeli.

Namun kadangkala, ada konsumen yang tidak segera memutuskan atau secara eksplisit mengatakan “ya, saya membeli”, tetapi konsumen tersebut sudah menunjukan tanda-tanda siap membeli.

Penjual dan pemasar harus bisa membaca buying signal tersebut, dan segera melakukan closing penjualan.

Karena jika dibiarkan konsumen berlama-lama pada tahap ini, konsumen bisa berubah pikiran dan tidak jadi melakukan pembelian.

Beberapa contoh sinyal pembelian yang kuat dari konsumen adalah :

  • Konsumen menanyakan, kapan barang bisa dikirimkan.
  • Konsumen menanyakan ada berapa warna untuk model tersebut.
  • Konsumen menanyakan mengenai layanan purna jual (after sales service) bagaimana.
  • Konsumen memegang atau mengamati produk atau contoh produk yang kita tunjukan.

Masih ada banyak contoh buying signal yang harus kita tangkap, dan kita bantu konsumen untuk memutuskannya.

Baca Juga Artikel tentang Bisnis HAIIManja Queen.

2 Strategi Gampang Closing Tanpa Pusing-pusing

4 Cara Kerja Cerdas Agar Anda Sukses

Jika konsumen pada konsdisi diatas, pertanyaan konsumen harus segera ditutup, jangan diberi penjelasan atau penawaran yang lain.

Contoh :

Ketika konsumen menanyakan kapan barang bisa dikirim, kemudian kita jawab “Terserah dengan bapak dan ibu, kita bisa kirim barang kapanpun juga”. (tanggapan yang salah).

Jika kita jawab demikian, bisa jadi konsumen tidak segera minta dikirim barang, karena konsumen beranggapan ada banyak barang.

Dan dia punya banyak waktu untuk sedikit mempertimbangkan, yang bisa merubah pikiran konsumen tersebut.

Harusnya kita jawab “Baik bapak, ibu, barang kita kirim (sebutkan hari dan jamnya, tidak boleh lama).

Kita prioritaskan, jadi mau langsung dibayar lunas disini, atau di DP dulu,  agar kami bisa proses sekarang juga”).

Contoh lagi:

Konsumen menanyakan ada berapa warna untuk model tersebut, kemudian kita jawab “Untuk model ini tinggal warna ini saja.

Tapi beberapa hari lagi akan ada warna yang lain,”, atau kita jawab “ Untuk model ini warnanya hanya merah dan biru saja.

Kalau model yang lain banyak warnanya”, dimana model yang lain tersebut tidak kita miliki, ini adalah jawaban yang salah.

Harusnya kita jawab “Kita punya warna yang paling bagus, bapak / ibu mau warna mau warna A atau warna B.

Kita proses sekarang”, atau “Kita punya model dan warna pilihan, yang lain kurang banyak diminati, jadi bapak/ibu ambil warna A atau B, kita proses sekarang”.

Kita lihat, saat konsumen menunjukan buying signal yang sudah tinggi, kita tidak boleh memberikan jawaban dengan pertanyaan yang terbuka dengan pilihan yang terbuka, tetapi harus diberi jawaban tertutup dengan pilihan yang pasti.

Konsep AIDA adalah

Konsep AIDA adalah konsep proses penjualan atau konsep satu siklus proses penjualan, yang dimulai dari mencari perhatian konsumen.

Lalu mengenalkan produk, kemudian membuat konsumen tertarik, membantu konsumen mengambil keputusan dan melakukan closing penjualan.

Jika kita ingin konsumen tersebut menjadi pelanggan kita, atau terjadi pembelian berulang dari konsumen yang sama.

Maka kita harus menambah satu aktivitas lagi, yaitu relationship dan atau kepuasan pelanggan (customer satisfaction).

Dengan membagun hubungan baik dan atau menciptakan kepuasan pelanggan, maka akan tercipta loyalitas konsumen, dan dengan konsumen yang loyal, penawaran produk selanjutnya akan lebih mulus.

Ada banyak konsep sales funnel – AIDA ini, dengan menambahkan beberapa atribut atau elemen lagi, seperti R – relationship, S – satisfaction, C – conviction atau confidence, S – search, L – love.

Varian AIDA yang lain adalah ACCA, akronim dari Awareness, Comprehension, Conviction dan Action, dimana model ini kita temukan di pendekatan / konsep DAGMAR (Defining Advertising Goals for Measured Advertising Result).

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA

3 Langka Sukses Memulai Bisnis HAII Manja Queen dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA.

Sistem funnel bisnis manja queen sangat unik karena menggunakan edukasi teknologi pikiran dan kecerdasan finansial.

1. Berbelanja di Bisnis Sendiri (Bisnis HAII Manja Queen)

Jika anda belanja di Minimarket A apa yang anda pak? Produk iya, poin belum tentu, reward tidak ada dll.

Berbeda jika anda memindahkan belanja bulanan anda ke Bisnis Sendiri dalam hal ini bisnis HAII Manja Queen maka anda akan mendapat ke untungan lebih.

Keuntungannya adalah memiliki usaha sendiri dengan modal kecil, mendapat aktif income, passive income, mendapat produk asli, memiliki peluang reward tour ke Luar Negeri.

Video Penjelasan lengkap Cara Mumulai Bisnis Manja Queen dengan Sales Funnel dan Konsep AIDA

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA
Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA

2. Meningkatkan Daya Magnet Uang Prospek Bisnis HAII Manja Queen.

Inilah salah satu kelebihan dan keunikan bisnis Manja Queen, dengan sistem funneling, konsep AIDA serta di tambah dengan edukasi teknologi pikiran dalam merubah mindset prospek dan kecerdasan finansial.

Kunci kesuksesan 99% terletak pada pikiran, jadi jika kita tidak bisa membantu prospek dalam merubah mindset dalam kesuksesan maka sulit untuk sukses.

Materi berupa video, teks dan audio telah dipersiapkan sebagai support system manja queen agar memudahkan para EBO Haii menduplikasikan ke prospeknya.

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA
Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA
  • 3. Mempertahankan Kekuatan Money Magnet Diri Sendiri – Bisnis HAII Manja Queen
Mempertahankan Money Magnet
Mempertahankan Money Magnet

Bisnis HAII Manja Queen Adalah Bisnis Simple

Bisnis HAII Sangat Simple Sehingga Bisa Dijalankan Setiap Orang
Bisnis HAII Sangat Simple Sehingga Bisa Dijalankan Setiap Orang

Apakah anda memiliki passive income 100 jt per bulang

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA
Memulai Bisnis Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA

Apakah anda memiliki impian Jalan-Jalan Ke LN

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA
Memulai Bisnis Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA

Apakah anda memiliki Impian Untuk Wisata Rohani?

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA
Memulai Bisnis Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA

Apakah anda memiliki rumah mewah?

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA
Memulai Bisnis Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA

Apakah anda memiliki Impian punya mobil Alphard

Apakah Mobil Alphard Ini Salah Satu Impian Anda?
Apakah Mobil Alphard Ini Salah Satu Impian Anda?

Apakah anda memiliki impian membatu meringankan beban orang yang mampu.

Jika Anda Sukses Anda Membantu Banyak Orang Bagi Yang Membutuhkan
Jika Anda Sukses Anda Membantu Banyak Orang Bagi Yang Membutuhkan

Ataukan Apakah Anda memiliki impian Bebas Utang dan ingin Menikmati masa pensiun bersama keluarga keluarga tercinta di luar negeri dan uang tetap mengalir ke rekening anda?

Memulai Bisnis HAII Manja Queen Dengan Sistem Funneling dan Konsep AIDA
Menikmati Masa Pensiun Bersama Keluarga Tercinta

 

Action Now
Action Now

 

Go Passive Income, Go 100 Jt Per Bulan
Go Passive Income, Go 100 Jt Per Bulan

Kesimpulan

Demikian pembahasan kita mengenai sales funnel, dengan konsep AIDA dalam proses penjualan, dan terima kasih sudah berkunjung ke blog ManjaQueen.org, semoga bermanfaat.

Dengan artikel ini, Anda telah mengetahui apa itu Sales Funnel sebenarnya dan apa saja tahapan-tahapannya yang bisa dipraktikkan agar penjualan Anda meningkat.

Selain itu, kami juga memberikan beberapa tips lain terkait Sales Funnel, seperti penggunaan online tool dan perbaikan website yang dapat Anda lakukan. Selamat mencoba!

Admin Manja Queen

Web Support seperti ini bisa anda dapatkan untuk mempermudah promosi. Semua mitra Manja Queen yang mendaftar melalui website https://manjaqueen.org. Untuk mendapat website support secara gratis atas nama dan kontak WA anda silahkan isi formulir member di Menu "Registrasi Daftar Member".

Tinggalkan Balasan

Close Menu